Sorong, – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Anti Teror (AT) Polri bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan wilayah dari ancaman ideologi menyimpang. Kali ini, Densus 88 resmi menggandeng Pemerintah Kota Sorong untuk memproteksi generasi muda dari paparan paham radikal, terutama di era digital.

Langkah strategis ini diawali melalui pertemuan koordinasi dan audiensi antara Tim Satgaswil Papua Barat yang dipimpin langsung oleh Kasatgaswil, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sorong di Kantor Walikota Sorong, Kamis (3/9/2026) siang.

Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan langkah preventif kolektif dalam mengantisipasi penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak berkomitmen memperkokoh ketahanan ideologi Pancasila serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi milenial dan Gen Z.

Infiltrasi Digital Mengincar Generasi Muda

Kasatgaswil Papua Barat Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Gede Suardana, menegaskan bahwa ancaman ideologi menyimpang saat ini bergerak sangat dinamis, terutama melalui infiltrasi digital yang menyasar kelompok usia muda. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Kami menyadari bahwa upaya pencegahan ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat keamanan. Diperlukan sinergi yang kuat dan kerja sama lintas sektor dengan pemerintah daerah guna membangun sistem imun kemasyarakatan,” ujar Kombes Pol. Gede Suardana.

Ia menambahkan bahwa generasi muda adalah aset bangsa yang harus dijaga bersama dari paparan paham intoleransi agar mereka tumbuh dengan kecintaan yang utuh pada NKRI.

Edukasi ASN dan Peran Orang Tua

Sebagai bentuk aksi nyata, kolaborasi ini akan diwujudkan melalui kegiatan imbauan berkala kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Sorong. Kegiatan ini rencananya disisipkan pada saat ibadah pagi atau apel bersama.

Melalui program ini, para ASN diharapkan memahami bahaya laten yang mengintai generasi muda di era digitalisasi. Selain sebagai abdi negara, ASN juga didorong untuk mengoptimalkan peran mereka sebagai orang tua dalam mengawasi tumbuh kembang anak agar tidak terjerumus ke dalam kelompok ekstrem.

Ke depan, Densus 88 dan Pemkot Sorong akan menyusun berbagai program edukasi berkelanjutan, penguatan literasi digital, serta deteksi dini berbasis komunitas. Upaya ini dilakukan demi memastikan Kota Sorong tetap menjadi wilayah yang aman, toleran, dan kondusif.

(Red/Rezha LDD)