Banda Aceh, – Ketegangan mewarnai peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di sekitar kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026). Di tengah situasi yang kian memanas akibat bentrokan, Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan mengambil langkah berani dengan turun langsung menerobos kerumunan massa untuk meredam amarah warga.

Suasana peringatan yang sejatinya menjadi simbol berakhirnya konflik di Tanah Rencong mendadak mencekam. Aparat penegak hukum dan massa terlibat saling dorong, yang kemudian memicu lemparan batu dari arah demonstran.

Melihat eskalasi konflik yang meninggi, Irjen Pol Ruddi Setiawan mengambil inisiatif darurat. Tanpa ragu, jenderal bintang dua tersebut berjalan membelah kepungan massa untuk membuka ruang dialog terbuka. Di tengah riuhnya demonstran, ia mendengarkan langsung aspirasi warga yang menuntut pembebasan sejumlah peserta aksi yang sempat diamankan petugas.

Langkah persuasif Kapolda langsung membuahkan hasil. Sekitar pukul 14.18 WIB, Irjen Pol Ruddi memenuhi tuntutan tersebut dengan mendampingi langsung pembebasan dua warga di hadapan massa. Tak lama berselang, pelepasan berlanjut secara bertahap hingga sedikitnya lima warga dikembalikan ke kelompoknya, yang seketika mendinginkan tensi tinggi di lapangan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto berharap momentum bersejarah ini tidak ternoda oleh aksi kekerasan. Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga komitmen perdamaian yang telah dirawat selama dua dekade lebih.

“Semoga pada Hari Damai Aceh ini, kondisi daerah kita tetap aman, damai, dan kondusif,” ujar Kombes Pol Joko Krisdiyanto kepada awak media.

Saat dikonfirmasi mengenai potensi adanya korban luka, baik dari pihak massa maupun personel kepolisian akibat bentrokan tersebut, Kombes Pol. Joko mengaku masih melakukan pendataan.

“Kami belum mengetahui jumlah pastinya. Informasi resmi terkait detail insiden dan korban akan kami sampaikan lebih lanjut setelah konsolidasi selesai,” pungkasnya.

(Red/Rezha LDD)