Banda Aceh — Polda Aceh bersama masyarakat mengawali rangkaian peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-XXI dengan melaksanakan salat Subuh berjamaah dan zikir bersama di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat, sekaligus memanjatkan doa serta ungkapan syukur atas perdamaian Aceh yang terus terjaga dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Usai salat Subuh, personel Polda Aceh bersama masyarakat mengikuti zikir bersama dalam suasana khusyuk dan penuh kebersamaan. Kegiatan keagamaan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HDA ke-XXI, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat bersama dalam menjaga dan merawat perdamaian Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa Hari Damai Aceh merupakan momentum penting untuk kembali memperkuat semangat persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

“Perdamaian bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus kita rawat bersama. Melalui kebersamaan, silaturahmi dan doa, kita berharap Aceh senantiasa diberikan kedamaian, keamanan dan keberkahan dalam bingkai NKRI,” ujar Joko.

Menurutnya, perdamaian yang telah berlangsung lebih dari dua dekade merupakan sebuah anugerah sekaligus amanah yang harus dijaga secara bersama-sama. Upaya mempertahankan perdamaian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Menjaga perdamaian merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, momentum Hari Damai Aceh harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta menghindari berbagai tindakan yang dapat mengganggu keharmonisan dan kedamaian di Aceh,” katanya.

Joko menambahkan, pelaksanaan salat Subuh berjamaah dan zikir bersama memiliki makna yang mendalam. Selain sebagai bentuk ibadah dan ungkapan syukur atas perdamaian yang telah terjaga, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan dan komunikasi antara Polri dengan masyarakat.

“Polri hadir bersama masyarakat, bukan hanya dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan dan menjaga keamanan, tetapi juga membangun kebersamaan serta menanamkan nilai-nilai perdamaian. Semoga semangat Hari Damai Aceh ke-XXI semakin memperkokoh persatuan dan kerukunan masyarakat Aceh,” ujarnya.

Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terlihat selama pelaksanaan salat Subuh dan zikir. Personel Polda Aceh dan masyarakat berbaur dalam satu kegiatan keagamaan, mencerminkan semangat persaudaraan dalam menjaga perdamaian Aceh.

Kebersamaan tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa perdamaian Aceh merupakan amanah bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan, dalam bingkai NKRI, serta diwariskan kepada generasi mendatang.

Melalui peringatan Hari Damai Aceh ke-XXI, Polda Aceh mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan perdamaian sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Semangat persaudaraan, toleransi, gotong royong, saling menghargai, dan menjaga persatuan diharapkan terus tumbuh demi terwujudnya Aceh yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera.

Peringatan Hari Damai Aceh ke-XXI diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam merawat perdamaian Aceh yang telah berlangsung lebih dari dua dekade serta terus menjaga Aceh tetap aman dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Red/Rezha LDD)