JAKARTA — Tokoh kedokteran forensik terkemuka Indonesia, Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, DFM., Sp.FM., resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Biro Dokter Kepolisian (Karodokpol) Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri. Upacara serah terima jabatan dan pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Pusdokkes (Kapusdokkes) Polri, Irjen Pol. Prof. Dr. dr. Asep Hendradiana, Sp.An., KIC., KAO., di Aula Boediharto, Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Penunjukan Brigjen Hastry wanita pertama di Asia Tenggara yang meraih gelar doktor spesialis kedokteran forensik menandai babak baru penanganan medis operasional di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Selaku Karodokpol, ia bertanggung jawab memimpin penguatan kapasitas pelayanan forensik nasional, pengembangan standar operasional Disaster Victim Identification (DVI), serta optimalisasi penanganan kasus hukum berbasis bukti ilmiah (scientific crime investigation).
Momen ini sekaligus menandai serah terima jabatan dua pejabat utama Pusdokkes Polri lainnya:
Sekretaris Pusdokkes (Sespusdokkes) Polri: Brigjen Pol. Dr. dr. I Gusti Gede Maha Andikajaya, Sp.BS.
Kepala RS Bhayangkara Tk. I Raden Said Sukanto: Brigjen Pol. dr. Nariyana, Sp.B.
Dalam amanatnya, Kapusdokkes Polri menekankan bahwa rotasi dan promosi jabatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi Pusdokkes Polri dalam menghadapi tantangan penegakan hukum modern serta penanganan bencana nasional.
”Inovasi, profesionalisme, dan integritas layanan medis forensik harus terus ditingkatkan. Jajaran Dokpol tidak hanya berperan penting dalam membantu penyidikan tindak pidana melalui bukti ilmiah yang sahih, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat dan misi kemanusiaan DVI,” ujar Irjen Asep Hendradiana.
Rekam jejak Brigjen Hastry dalam dunia forensik Indonesia mencakup berbagai penanganan kasus besar, mulai dari identifikasi korban kecelakaan pesawat, bencana alam skala masif, hingga pengungkapan kasus-kasus kriminal menonjol. Kepemimpinannya di Biro Dokpol diharapkan mampu membawa modernisasi fasilitas serta peningkatan kompetensi SDM kedokteran kepolisian secara merata di seluruh jajaran Polda se-Indonesia.
