JAKARTA — Founder Gerakan Pemuda Pemerhati Hukum Indonesia, Andi Ahmad Vheron Altisar, menggelar pertemuan silaturahmi dengan Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. Pertemuan ini menjadi ajang krusial untuk memperkuat komunikasi dan membahas berbagai isu penegakan hukum serta dinamika kehidupan bermasyarakat.
Audiensi ini dimanfaatkan untuk mempererat sinergi antara elemen pemuda pemerhati hukum dengan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Fokus utamanya adalah mendorong penegakan hukum yang profesional, transparan, berkeadilan, dan senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Andi Ahmad Vheron Altisar menegaskan bahwa generasi muda memegang peranan strategis dalam mengawal perkembangan hukum nasional. Sinergi antara pemuda, praktisi hukum, dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama dalam membangun kesadaran hukum serta merawat kepercayaan publik.
”Pertemuan ini merupakan langkah positif untuk memperkuat komunikasi dalam merespons pelbagai persoalan hukum di masyarakat. Gerakan pemuda harus terus hadir memberikan kontribusi konstruktif demi terciptanya supremasi hukum,” ujar Andi.
Melalui silaturahmi ini, kedua pihak berharap kolaborasi antara pemuda dan Polri makin solid dalam menciptakan kondusivitas hukum, menegakkan supremasi hukum, serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Gerakan Pemuda Pemerhati Hukum Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat, meningkatkan kesadaran hukum generasi muda, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan hukum nasional.
(Red/Ir)
