Belawan, – Perairan Selat Malaka kembali menjadi saksi bisu pengungkapan jaringan narkotika internasional berskala raksasa. Tim gabungan dari Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai berhasil mencegat dan mengamankan sebuah kapal tanker, MT Global 168, yang diduga kuat mengangkut muatan narkoba jenis sabu-sabu cair dalam jumlah yang sangat fantastis.

Kapal tanker berwarna putih-biru dengan nomor IMO 9078347 dan bertuliskan Ulaanbataar tersebut disergap saat tengah melintas di jalur laut internasional Selat Malaka. Selepas menjalani pemeriksaan awal di tengah laut, kapal tanker ini langsung digiring dan bersandar di bawah pengawalan ketat di dermaga Terminal Penumpang Bandar Deli, Pelabuhan Belawan, Kota Medan, pada Rabu siang (21/10/2026).

Langkah antisipasi dan pengamanan super ketat langsung diberlakukan di area dermaga. Puluhan petugas gabungan bersenjata api laras panjang tampak bersiaga, sementara garis polisi (police line) telah melingkari sekitar area kapal untuk membatasi akses bagi pihak yang tidak berkepentingan.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum merilis angka resmi mengenai total muatan terlarang tersebut. Namun, informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di Pelabuhan Belawan menyebutkan bahwa barang bukti sabu-sabu cair yang siap diselundupkan ke wilayah Indonesia itu diperkirakan mencapai berat 1 hingga 2 ton, bahkan ada yang menyebut hingga 3 ton.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Aditya S.P. Sembiring, membenarkan bahwa kapal tanker yang diduga membawa muatan barang haram tersebut kini sudah bersandar di wilayah hukumnya.

“Iya benar, sudah sandar. Nanti untuk lebih lengkapnya rencana dirilis hari Jumat ya,” ujar AKBP Aditya singkat pada Rabu sore,(21/10/2026).

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menegaskan bahwa operasi penangkapan kakap ini merupakan murni hasil pergerakan tim dari pusat.

“Dari Mabes,” ucap Ferry saat dikonfirmasi. Dirinya mengaku belum bisa membeberkan detail jumlah tersangka maupun rincian berat barang bukti yang disita. “Iya, mau dirilis. Tidak tahu saya (jumlah barang bukti dan tersangka), itu (tangkapan) Mabes,” tambahnya.

Misteri mengenai siapa saja aktor di balik jaringan internasional ini serta detail persis barang bukti dipastikan akan terjawab dalam waktu dekat. Mabes Polri dijadwalkan akan menggelar konferensi pers resmi pada Jumat (23/10/2026) mendatang. Rilis kasus besar ini rencananya akan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

(Red/Rezha LDD)