JAKARTA — Kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kramat Raya, Jakarta Pusat, menjadi simbol nyata krusialnya mempererat komunikasi antara institusi kepolisian dan kalangan ulama.

Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, Kapolri bersama jajaran pejabat utama Mabes Polri disambut langsung oleh jajaran pengurus PBNU. Pertemuan ini mencerminkan semangat kebersamaan untuk menjaga keutuhan bangsa, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.

Silaturahmi antara Polri dan tokoh agama memegang peranan yang sangat strategis. Ulama sebagai benteng moral bangsa memiliki peran sentral dalam menyampaikan ajaran beragama yang sejuk, merawat kerukunan, serta membimbing masyarakat menuju persaudaraan yang kokoh. Di sisi lain, Polri memikul tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melindungi seluruh warga negara, serta menegakkan hukum secara profesional dan berkeadilan.

Sinergi kokoh antara ulama dan umara (pemerintah/aparat penegak hukum) merupakan pondasi penting dalam menjawab berbagai tantangan zaman—mulai dari bahaya intoleransi, radikalisme, konflik sosial, hingga berbagai potensi kejahatan yang dapat merusak ketenteraman publik.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan berkelanjutan yang senantiasa diberikan PBNU kepada institusi Polri.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat kami jalankan sendiri. Bimbingan, doa, serta nasihat dari para ulama adalah kompas moral dan kekuatan utama bagi Polri dalam mengemban amanah masyarakat. Kami berharap sinergi dan silaturahmi ini terus terjalin erat demi menjaga kesejukan di tengah dinamika bangsa,” ungkap Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Pertemuan ini melahirkan harapan besar agar kolaborasi antara Polri dan PBNU dapat menghadirkan dampak positif yang konkret bagi kemaslahatan masyarakat luas.

Jajaran PBNU pun menyambut baik komitmen Polri dan menyampaikan harapan agar penegakan hukum di Indonesia terus mengedepankan pendekatan yang humanis, adil, dan transparan. PBNU siap berdiri bersama Polri untuk terus mensosialisasikan nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyah) serta menjaga iklim kemasyarakatan yang kondusif di seluruh penjuru pelosok Nusantara.

Indonesia senantiasa membutuhkan kebersamaan dan bahu-membahu dari seluruh elemen bangsa. Ulama dan umara harus terus berjalan beriringan, saling menguatkan, serta menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Momentum silaturahmi ini menjadi pengingat tegas bahwa keamanan yang sejati tidak hanya dibangun melalui tindakan hukum formal, melainkan juga melalui rasa saling percaya, rasa persatuan, keteladanan moral, dan kedekatan yang tulus dengan masyarakat.

Melalui komunikasi yang harmonis ini, diharapkan ikatan antara Polri dan PBNU semakin solid dalam memberikan kontribusi nyata demi kejayaan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

(Red/Ir)