Sorong, – Dalam upaya membentengi generasi muda dari ancaman intoleransi dan radikalisme di dunia maya, Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus Anti Teror Polri bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Papua Barat Daya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor di Ballroom Hotel Belagri, Kota Sorong, Jumat (23/10/2026).
Mengangkat tema “Generasi Muda Papua Barat Daya yang Toleran Cinta Damai Tangkal Radikalisme dan Cegah Terorisme,” acara ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta. Mereka terdiri dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Intelijen Strategis (BAIS), Kodim 1802 Sorong, civitas akademika, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga ratusan perwakilan mahasiswa dan pelajar se-Kota Sorong.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Plt. Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya Drs. George Japsenang, M.Si., Ketua FKPT sekaligus Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dr. Sellvyana Sangkek, S.E., M.Si., serta para rektor perguruan tinggi dan kepala sekolah menengah atas di Kota Sorong.
Bertindak sebagai narasumber utama, Kasatgaswil Papua Barat Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., didampingi personel SGW Papua Barat IPDA Arfa Jaya, S.H., Briptu Halim Hanafi, S.H., dan Briptu M. Akbar Sawaluddin membedah tuntas transformasi gerakan radikal.
Waspadai Algoritma Media Sosial dan Konten Kekerasan Nihilistik
Dalam arahannya, Kombes Pol. Gede Suardana mengingatkan bahwa pola penyebaran paham menyimpang kini jauh lebih licik. Kelompok radikal saat ini memanfaatkan kecanggihan algoritma media sosial untuk menyasar generasi muda secara masif.
“Ancaman saat ini tidak terbatas pada radikalisme berbasis agama atau ideologi saja, tetapi juga mencakup Nihilistic Violent Extremism (NVE). Paham ini marak menyebar melalui ruang digital dengan konten kekerasan nihilistik yang menormalisasi sadisme, gore, maupun ajakan berbahaya lainnya,” tegas Kombes Pol. Gede Suardana.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat pemerintah dan aparat keamanan atas kian masifnya paparan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, serta konten berbahaya di jagat maya yang mengincar para pelajar.
Antusiasme Tinggi dan Komitmen Bersama
Sejak dibuka pukul 08.00 WIT, rakor berlangsung sangat interaktif. Memasuki sesi diskusi panel, suasana Ballroom Hotel Belagri mendadak hidup oleh antusiasme peserta. Berbagai topik hangat dikupas tajam, mulai dari strategi mitigasi pemerintah, peran krusial orang tua di rumah, pentingnya literasi digital yang bijak, hingga kewaspadaan dini terhadap lompatan teknologi.
Seluruh elemen yang hadir sepakat bahwa kolaborasi total adalah kunci utama mutlak untuk memutus mata rantai paham radikal demi menjaga keutuhan dan kedamaian di Papua Barat Daya.
Acara yang berlangsung produktif ini ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Lewat rakor ini, lahirlah komitmen bersama untuk menyulap ruang siber menjadi wadah yang aman, toleran, dan inklusif. Di akhir acara, para pelajar dan mahasiswa yang hadir diharapkan mampu pulang membawa misi besar menjadi agen perubahan positif (agent of change) yang aktif membumikan nilai-nilai Pancasila di dunia maya.
(Red/Rezha LDD)
