Palangka Raya – Astamaops Kapolri Komjen Pol Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., memimpin Analisa dan Evaluasi (Anev) Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang telah dilakukan jajaran Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), bertempat di Posko Karhutla, Gedung Bhayangkara, Mapolda setempat, Kamis (15/10/2026).
Dalam paparannya, Astamaops mengungkapkan data nasional karhutla hingga tanggal 14 Oktober 2026 yang masih sangat tinggi. Total hotspot secara nasional mencapai 413.824 titik, dengan verifikasi titik api sebanyak 23.981 titik dan tindakan pemadaman 44.942 titik.
Dari lima provinsi tertinggi, Kalimantan Tengah menjadi yang tertinggi secara nasional dengan 307.845 hotspot, disusul Kalbar 42.963, Sumsel 35.186, Kaltim 16.375, dan Kalsel 11.455. Untuk luas lahan, total lahan terbakar nasional mencapai 343.543,34 hektar dan yang berhasil dipadamkan 194.730,46 hektar.
Khusus di Kalteng, Astamaops membeberkan lima kabupaten dengan hotspot terbanyak. Tertinggi adalah Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 46.920 hotspot, Kapuas 44.975 hotspot, Seruyan 34.302 hotspot, Kota Palangka Raya 29.596 hotspot, dan Katingan 28.078 hotspot. Dengan keterlibatan personel di Kalteng sebanyak 3.237 personel.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan dalam kesempatan tersebut memaparkan langkah konkret yang telah dilakukan Polda Kalteng.
“Langkah tersebut diantaranya, melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda, apel gelar pasukan Operasi Aman Nusa II, pembangunan 1.323 menara pantau, 1.227 embung air, dan 4.932 titik sumur bor, pembentukan Satgas Pemburu Api gabungan, serta monitoring menggunakan drone thermal,” jelas Kapolda.
Irjen Iwan juga mengatakan bahwa saat ini Polda Kalteng telah menerapkan sistem penanganan berlapis melalui Pos Pengamanan Karhutla (PPK) di setiap titik rawan dan Pos Utama Pengamanan Karhutla (PUPK) di tingkat Polres, yang dilengkapi Mini Command Center untuk integrasi informasi.
“Selain itu, Inovasi yang dilakukan diantaranya penggunaan serbuk penyekat api, cairan surfaktan biodegradable, pemadaman nozzle injector, hingga pembuatan cairan X-Fire,” urainya.
“Kemudian juga telah dibentuk Rumah Oksigen untuk masyarakat, layanan oksigen mobile di RS Bhayangkara, dan Tim Trauma Healing bagi warga terdampak,” imbuh Kapolda.
Dalam rekomendasi dan tindak lanjut, Astamaops Kapolri menekankan beberapa langkah penguatan. Yakni pembuatan sumur bor baru, pengaktifan embung air bersama BNPB, Pemda dan perusahaan perkebunan, pengadaan pompa air dan selang 2 inch sepanjang 500 meter, serta perkuatan personel.
“Mengirimkan 200 personel pasukan Brimob ke Polda Kalteng yang akan tiba pada 16 Oktober, serta pergeseran 4 unit mobil Water Canon dari Polda Jatim dan Polda Jateng untuk BKO Polda Kalteng,” ujar Astamaops dalam paparannya.
Di akhir arahannya, Komjen Roycke menegaskan pentingnya langkah antisipasi dini dengan bergerak dan hadir lebih awal.
“Kita harus mulai bergerak, hadir lebih awal dan mengambil langkah nyata sebelum situasi berkembang menjadi lebih besar. Apabila terdeteksi hotspot, segera lakukan antisipasi dini melalui penyiraman dan pembasahan area sebelum berkembang menjadi firespot,” tegasnya.
“Anev ini diharapkan menjadi penguatan strategi penanganan karhutla di Kalteng agar tidak meluas dan berdampak lebih besar terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan,” tutupnya.
(Bidhumas)
