Raja Ampat, – Guna memastikan seluruh rangkaian kompetisi berjalan aman dan kondusif, Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat melaksanakan pengamanan ketat pada ajang Turnamen Sepak Bola Trofeo Club TKBM Terumbu Karang Raja Ampat Tahun 2026. Pengamanan ini digelar di lapangan hijau pada Selasa sore (13/10/2026) mulai pukul 16.00 WIT.
Aksi sigap di lapangan dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Raja Ampat, Iptu Habel Yoel Rumbrapuk, S.H. Untuk memperkuat pengawasan, ia didampingi oleh Kasi Propam Ipda Hendra Praja, KBO Intelkam Ipda Wellem Apaseray, Kasi Humas Ipda Maryadi S.H., serta 13 personel bintara gabungan dari satuan Samapta, Intelkam, Provos dan Humas.
Turnamen yang menyedot perhatian warga ini menyajikan laga-laga sengit, di antaranya mempertemukan tim pertama antara Data On FC melawan Mayalibit, disusul laga tim kedua yang mempertemukan Arema Malang Raja Ampat kontra Yenwabvor.
Kapolres Raja Ampat, AKBP Boma Wedhayanto Purnomo, S.E., S.I.K., M.H., melalui Kasat Samapta Iptu Habel Yoel Rumbrapuk menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di tengah masyarakat, khususnya dalam kegiatan kepemudaan dan olahraga, merupakan komitmen nyata untuk menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Turnamen sepak bola seperti Trofeo Club TKBM ini adalah wadah yang sangat positif bagi pemuda dan masyarakat Raja Ampat untuk menyalurkan bakat olahraga mereka. Oleh karena itu, kami hadir untuk menjamin bahwa sepanjang turnamen ini berlangsung, situasi kamtibmas tetap aman, kondusif, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas,” ujar AKBP Boma Wedhayanto Purnomo melalui Kasat Samapta Iptu Habel Yoel Rumbrapuk.
Kapolres juga mengimbau kepada seluruh penonton, suporter, maupun tim yang bertanding agar bersama-sama menjaga ketertiban di area lapangan.
“Mari kita jadikan turnamen ini sebagai ajang silaturahmi. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, yang utama adalah kebersamaan dan menjaga nama baik daerah kita,” tambahnya.
Di lokasi pertandingan, Iptu Habel Yoel Rumbrapuk memastikan personelnya terploting dengan baik di titik-titik rawan guna mengantisipasi membeludaknya penonton. Langkah antisipatif ini terbukti efektif. Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup, seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Kehadiran aparat di lapangan berhasil memberikan rasa aman yang optimal, baik bagi para pemain yang berlaga maupun masyarakat yang datang memberikan dukungan langsung. Melalui pengamanan ketat ini, turnamen sepak bola bergengsi di tanah Raja Ampat diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta terbaik tanpa dinodai oleh gangguan kamtibmas.
(Red/Rezha LDD)
