Banjarmasin, – Tim gabungan kembali mengungkap perkembangan terbaru proses identifikasi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Sebanyak 12 jenazah kembali berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan.

Identifikasi tersebut disampaikan dalam rilis ke-9 yang digelar di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Jumat (02/10/2026). Dengan tambahan 12 jenazah tersebut, total 63 dari 80 jenazah yang telah dievakuasi kini berhasil diketahui identitasnya.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid mengatakan hingga saat ini total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 188 orang. Sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 80 orang dinyatakan meninggal dunia.

“Dari total 80 jenazah yang diterima RS Bhayangkara Banjarmasin, sebanyak 63 jenazah telah berhasil teridentifikasi. Hari ini kami mengumumkan 12 jenazah baru yang berhasil diidentifikasi, terdiri dari 11 laki-laki dan satu perempuan. Sementara 17 jenazah sisanya masih dalam proses identifikasi,” jelasnya.

Dua belas korban yang baru teridentifikasi yakni Yudis Tri Kurniawan (20), Sidoarjo; Tigi Dadang Prayugi (33), Surabaya; Jarot Setiawan (50), Blitar; Sulisman (39), Malang; Kumaedi (45), Kudus; Aji Albani (26), Pesawaran; M. Syahril (44), Barito Kuala; Imam Buhari (28), Banjarmasin; Zaenal Walad Husen (44), Karawang; Iyus (50), Garut; M. Taufiq (41), Malang; serta Marsiti (49), Banjarnegara.

Karo Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan proses identifikasi pada hari ke-20 menghadapi tantangan karena kondisi sebagian jenazah telah mengalami pembusukan.

Tim DVI karena itu mengandalkan sejumlah metode dan data pembanding, termasuk pemeriksaan DNA, rekam medis gigi, serta barang atau properti pribadi milik korban.

Di sisi lain, operasi pencarian korban masih terus dilakukan. Memasuki hari ke-20 operasi SAR, area pencarian diperluas hingga wilayah pesisir Kalimantan Tengah dan Sukamara.

Basarnas juga kembali mengirimkan enam paket jenazah ke Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi. Dengan perkembangan tersebut, masih terdapat sekitar 55 orang yang dalam proses pencarian.

Sementara itu, Jasa Raharja memastikan hak santunan bagi korban tetap diberikan. Ahli waris korban meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rp50 juta dari Jasa Raharja dan Rp20 juta dari Jasa Raharja Putera.

Untuk korban yang tidak memiliki ahli waris, diberikan bantuan biaya pemakaman sebesar Rp4 juta dari Jasa Raharja dan Rp2 juta dari Jasa Raharja Putera.

Pihak pemilik KM Virgo Transport 8 juga menyampaikan permohonan maaf atas musibah tersebut dan menyatakan komitmen untuk menanggung biaya pemulangan jenazah, mulai dari proses pengangkutan hingga tiba di rumah duka.

Tim gabungan memastikan proses identifikasi dan pencarian korban terus dilakukan untuk memberikan kepastian kepada keluarga yang masih menunggu kabar anggota keluarganya.

(Red/Rezha LDD)