PALEMBANG — Di sudut Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, angin siang itu berembus membawa kehangatan yang tak biasa. Bagi Ustaz Ahmad Zaini (75), hari itu bukan sekadar pergantian waktu, melainkan awal dari babak baru dalam hidupnya. Rumah kayu lapuk yang selama bertahun-tahun dihuninya—dengan atap bocor, dinding rapuh, dan struktur kayu yang terancam ambruk setiap kali angin kencang menerjang—kini telah bertransformasi menjadi hunian yang kokoh dan nyaman.
Program bedah rumah yang diinisiasi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (MPPI) ini rampung hanya dalam kurun waktu 10 hari. Kecepatan pengerjaan tersebut tak mengurangi kualitas bangunan sedikit pun.
Dengan mata berbinar dan suara yang bergetar menahan haru, sang guru ngaji tak henti-hentinya mengucap syukur. Ia mengingat kembali momen ketika tim bedah rumah mengajaknya langsung ke toko bangunan untuk memilih material.
”Saya sempat kaget luar biasa. Saat diajak tim untuk membeli bahan, mereka pilihkan semen, kayu, cat, hingga atap dengan kualitas nomor satu. Tidak ada yang dikurangi,” ujar Ustaz Zaini seraya mengusap sudut matanya, Senin (13/7/2026).
Kini, tempat tinggalnya tak lagi digenangi air hujan saat musim basah tiba. Ruang tengah yang dulunya suram kini menjadi area yang terang dan layak bagi Ustaz Zaini untuk terus mengajarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an kepada anak-anak di lingkungannya.
”Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Pak Kapolri atas perhatian dan kepedulian yang sungguh luar biasa ini. Kami sekeluarga tidak bisa membalas kebaikan ini selain dengan doa, semoga Bapak Kapolri beserta keluarga selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” tuturnya tulus.
Bagi warga sekitar Plaju Ulu, renovasi cepat ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang mengembalikan senyum seorang tokoh agama tua yang telah mengabdi puluhan tahun untuk masyarakatnya.
