Jakarta, – Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, menjadi saksi bisu berkumpulnya para jenderal dan perwira tinggi Indonesia. Alumni AKABRI 1991 menggelar Reuni Akbar 35 Tahun “Nawatunggal Mengabdi” pada Sabtu (8/8/2026). Momentum ini menjadi simbol kuatnya persaudaraan, soliditas, dan komitmen pengabdian tanpa batas kepada bangsa dan negara.
Mengusung tema “Persaudaraan, Pengabdian dan Kejayaan Sepanjang Masa”, acara ini dihadiri langsung oleh dua pucuk pimpinan tertinggi TNI dan Polri yang merupakan bagian dari angkatan tersebut, yaitu Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Persaudaraan Abadi Hingga Purnatugas
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan persaudaraan yang dibentuk sejak masa pendidikan di Lembah Tidar tidak boleh luntur oleh waktu maupun status kedinasan.
“Di mana pun kita berada, apakah saat kita masih dinas ataukah saat kita sudah tidak dinas, silaturahmi, persaudaraan, dan persahabatan harus selalu senantiasa terjaga sampai kapan pun,” tegas Kapolri.
Warisan Terbaik Bukan Jabatan
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam pesannya mengingatkan rekan-rekan seangkatannya tentang arti sebuah pengabdian. Bagi Agus, pangkat dan jabatan di pundak hanyalah titipan sementara.
“Pada akhirnya, yang akan dikenang bukanlah jabatan yang pernah kita sandang, melainkan ketulusan persaudaraan, kebaikan yang kita tinggalkan, serta manfaat yang kita berikan kepada sesama,” ujar Panglima TNI.
Ia juga mengajak seluruh alumni Nawatunggal untuk terus menebar kebaikan di sisa masa pengabdian mereka. “Itulah warisan terbaik yang dapat kita tinggalkan sebagai keluarga besar Nawatunggal,” tambahnya.
Aksi Sosial dan Siraman Rohani
Reuni akbar ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga diisi dengan berbagai aksi nyata. Mulai dari olahraga bersama, gerakan penghijauan lewat penanaman pohon, hingga pelepasan burung ke alam bebas.
Sebagai bentuk kepedulian, angkatan Nawatunggal juga menggelar bakti sosial, penyaluran santunan, serta pemberian penghargaan kepada prajurit terbaik TNI dan Polri. Mereka juga memberikan tali asih sebagai bentuk penghormatan kepada mantan pelatih dan pengasuh masa pendidikan Candradimuka. Suasana reuni semakin khidmat dengan adanya siraman rohani dan tausiah dari Ustaz Adi Hidayat.
Pertemuan ini menjadi potret perjalanan panjang satu generasi perwira yang pernah ditempa bersama dalam kawah candradimuka, kini tersebar memimpin berbagai medan tugas, namun tetap menyatu dalam satu ikatan persaudaraan yang utuh.
(Red/Rezha LDD)
