Jakarta, – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya dirayakan dengan upacara seremonial, tetapi juga diwarnai oleh kisah unik refleksi kedekatan antara institusi kepolisian dan masyarakat. Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebuah keluarga memilih cara tidak biasa untuk mengapresiasi kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dengan menyematkan jargon utama reformasi kepolisian ke dalam nama kedua anak mereka.

Dua bersaudara asal Cikeas, Bogor, menarik perhatian publik karena memiliki nama belakang “Presisi”—akronim dari Prediktif, Responsibiltas, dan Transparansi Berkeadilan yang digagas oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Kedua anak tersebut masing-masing bernama Ulil Albab Presisi dan sang adik, Sattar Abdillah Presisi (Attar).

Ibu dari kedua anak tersebut, Caca, menyampaikan bahwa keputusan memberikan nama “Presisi” bukan sekadar mencari keunikan, melainkan wujud apresiasi nyata atas perubahan wajah pelayanan kepolisian yang ia rasakan dalam beberapa tahun terakhir.

​Menurut Caca, kehadiran Polri saat ini terasa lebih terintegrasi dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya melalui berbagai aksi kemanusiaan, program bantuan sosial, renovasi rumah tidak layak huni, hingga kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana alam bersama unsur TNI.

​”Polisi saat ini kami rasakan lebih mengayomi dan cepat tanggap. Kehadiran mereka di tengah masyarakat, terutama saat situasi sulit atau bencana, menjadi alasan utama kami mengabadikan semangat ‘Presisi’ ini pada nama anak-anak,” ujar Caca saat ditemui di kawasan Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026).

Penamaan tersebut rupanya mendapat perhatian dari pucuk pimpinan Polri. Caca mengungkapkan, momen interaksi antara keluarganya dan Mabes Polri memberikan dorongan moril tersendiri. Ulil Albab Presisi tercatat pernah bertemu langsung dengan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Sementara itu, saat kelahiran dan prosesi aqiqah sang adik, Attar Presisi, keluarga mereka menerima ucapan selamat berupa karangan bunga langsung dari Kapolri.

​”Interaksi dan perhatian tersebut menjadi keberkahan serta kenangan berharga bagi keluarga besar kami,” tambah Caca.

​Di balik apresiasinya, Caca tidak menampik bahwa tantangan penegakan hukum dan isu oknum anggota yang mencoreng citra institusi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Polri. Kendati demikian, ia menilai komitmen pimpinan Polri dalam menindak tegas setiap pelanggaran internal merupakan langkah krusial untuk menjaga kepercayaan publik.

Memasuki usianya yang ke-80 tahun, ia berharap institusi Korps Bhayangkara konsisten menjalankan reformasi birokrasi dan mempertahankan pendekatan pelayanan yang humanis.

Sementara itu, di luar perhatian publik atas namanya, Ulil Albab Presisi kini tumbuh seperti anak-anak seusianya. Saat ini ia telah memasuki jenjang pendidikan prasekolah dan aktif menyalurkan minatnya pada kegiatan olahraga seperti futsal dan renang.

(Red/Ir)