Jakarta, – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar aksi sosial berskala besar di Rumah Sakit Umum Pemasyarakatan, Cipinang, Jakarta Timur, Senin (10/8/2026). Kegiatan bakti kesehatan ini memfasilitasi operasi katarak gratis bagi 81 warga sekitar, petugas, dan warga binaan (narapidana), serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 2.097 narapidana.
Menteri Imipas Jenderal Polisi (Purn) Drs. Agus Andrianto M.Si., bersama Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus meninjau langsung jalannya kegiatan yang digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tersebut.
“Sinergi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan. Ini komitmen nyata kita dalam menyukseskan program prioritas pemerintah untuk menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat,” ujar Menteri Agus, yang didampingi Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenimipas di lokasi.
Aksi kemanusiaan ini sukses terlaksana berkat kolaborasi luas yang melibatkan Media Indosiar, CSR Emtek Media, Rumah Sakit EMC Pulomas, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), serta ratusan tenaga medis dan relawan.
Fokus Tekan Penyakit Menular di Lapas
Kolaborasi antara Kemenimipas dan Kemenkes bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, kedua instansi telah meluncurkan Kick Off Nasional Cek Kesehatan Gratis dan Skrining Tuberkulosis (TBC) di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada akhir Juni lalu.
Langkah masif ini diambil sebagai respons atas tingginya risiko penularan penyakit di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan). Menteri Agus mengungkapkan bahwa kondisi lapas yang mengalami over kapasitas menjadi pemicu utama cepatnya penyebaran penyakit yang menular lewat udara, seperti TBC.
“Angka prevalensi yang tinggi ini terjadi salah satunya karena situasi lapas dan rutan di Indonesia saat ini mengalami over kapasitas. Kita semua menyadari bahwa TBC menular melalui udara,” jelas Menteri Agus. Beliau juga menyelipkan harapan agar ke depan ada kebijakan amnesti lanjutan dari Presiden untuk mengurai kepadatan lapas.
Tren Kasus TBC Mulai Menurun
Berdasarkan data Kemenimipas, angka kasus TBC di lingkungan warga binaan sebenarnya mulai menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, angka prevalensi TBC di lapas mencapai 3,64 persen dengan 7.972 kasus aktif dari total 218.962 narapidana.
Sementara itu, data terbaru per Maret 2026 menunjukkan penurunan drastis ke angka 0,54 persen, dengan temuan 1.464 kasus dari total 271.994 warga binaan di seluruh Indonesia.
“Tren ini memang menurun, tapi ini baru data triwulan pertama. Mudah-mudahan terus menurun, apalagi dengan penanganan ketat yang kita lakukan sekarang ini,” harap Menteri Agus.
Guna mendukung penuntasan penyakit menular dan deteksi dini di lapas, Kemenkes juga menggelar dukungan sarana medis penunjang. Menteri Agus menyampaikan apresiasi mendalam kepada Menkes atas bantuan peralatan medis vital seperti alat monitor pasien, mesin rekam jantung (EKG), hingga pompa infus elektronik (infusion pump).
(Red/Rezha LDD)
