Raja Ampat, – Dalam rangka menyukseskan program prioritas 100 hari kerja Kapolri, Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat menggelar kegiatan “Minggu Kasih” secara serentak di tiga lokasi ibadah pada Minggu (18/10/2026).

Dimulai pukul 09.00 WIT, agenda ini mengusung slogan “POLRI BERSAMA MASYARAKAT” jajaran kepolisian turun langsung membaur bersama jemaat untuk memperkuat Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Raja Ampat.

Ibadah bersama yang diikuti oleh personel Polres Raja Ampat beragama Nasrani dan jemaat setempat ini dilaksanakan di tiga gereja berikut:

• Gereja Bukit Hermon Waisai: Dihadiri langsung oleh Kapolres Raja Ampat, AKBP Boma Wedhayanto Purnomo, S.E., S.I.K., M.H., didampingi Kabag SDM AKP Max Tahalele, sejumlah Pejabat Utama (PJU), serta 16 personel.

• GBI ROCK Ministry Waisai: Dipimpin oleh Wakapolres Raja Ampat AKP Muhadi, S.H., didampingi AKP Aleman Miginsubu, Ipda Isak Atwin Jowei, dan 9 personel.

• Gereja GKI Efatta Kepulauan Sembilan: Dilaksanakan di wilayah hukum Polsek Misool.

Bukan Sekadar Ibadah, Jadi Wadah Tampung Aspirasi

Usai melangsungkan ibadah, suasana hangat mencair saat sesi dialog interaktif dimulai. Tanpa sekat, warga memanfaatkan momen ini untuk mencurahkan isi hati, memberikan saran, hingga menyampaikan keluhan terkait situasi keamanan di lingkungan mereka.

Kapolres Raja Ampat, AKBP Boma Wedhayanto Purnomo, S.E., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan jembatan penting untuk membangun kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat.

“Program Minggu Kasih ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan ruang bagi kami untuk mendengar langsung apa yang menjadi keluhan, saran, dan masukan dari masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa Polri selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang humanis,” ujar AKBP Boma Wedhayanto Purnomo.

Sentuhan Humanis yang Menyejukkan

Melalui pendekatan keagamaan yang menyentuh hati ini, Polres Raja Ampat berharap pesan-pesan Kamtibmas dapat tersampaikan dengan cara yang sejuk dan damai. Langkah jemput bola ini diharapkan mampu terus mendongkrak kepercayaan publik terhadap institusi Polri, sekaligus menciptakan ruang aman yang kolaboratif di tanah Raja Ampat.

(Red/Rezha LDD)