Bogor,—Komisioner Komnas Perlindungan Anak sekaligus Bunda Anak Autis Indonesia, Dr. Imaculata Umiyati, S.Pd., M.Si., sukses menggelar seminar parenting bertajuk “Mengenal Autisme dan Penanganannya” di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Acara yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 15.00 WIB ini melahirkan kesepakatan strategis antara pihak kecamatan dan Imaculata Autism Boarding School untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di wilayah Cijeruk.
Merespons tingginya populasi ABK di wilayahnya, Camat Cijeruk, Moch. Sobar Masoer, S.I.P., M.Si., bersama Kepala Desa Cipelang, Kiki Sukiwan, menyambut baik inisiatif tersebut. Atas komitmen dan dukungan penuh sejak awal kegiatan, kedua pejabat daerah ini dianugerahi plakat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian nyata mereka terhadap masa depan ABK.
Sebagai langkah konkret, kolaborasi ini akan segera ditindaklanjuti dengan program pelatihan (training) gratis di tingkat kecamatan bagi masyarakat, serta program pembinaan khusus yang menyasar para remaja putri.
Kemandirian Lewat Kurikulum IEP
Seminar ini dihadiri oleh sekitar 25 peserta yang terdiri dari orang tua, guru, dan remaja putri setempat dengan antusiasme yang sangat tinggi. Dalam pemaparannya, perempuan yang akrab disapa Bunda Ima tersebut menekankan pentingnya mempersiapkan kemandirian masa depan anak autis melalui pendekatan personal.
“Kunci keberhasilan penanganan di lembaga kami terletak pada penerapan kurikulum yang disesuaikan secara spesifik melalui Individual Education Program (IEP),” ujar Bunda Ima di hadapan para peserta.
Penyampaian materi yang runtut dan aplikatif ini sukses membuka cakrawala baru, khususnya bagi para tenaga pendidik. Seorang guru SD asal Bogor mengaku baru menyadari bahwa beberapa siswanya selama ini menunjukkan indikasi autisme setelah mendengarkan penjelasan langsung dari Bunda Ima. Guru tersebut tergerak untuk memperdalam pengetahuannya setelah menyaksikan salah satu muridnya mengalami perkembangan yang sangat pesat hanya dalam hitungan hari setelah masuk ke Imaculata Autism Boarding School.
Dampak Luas Hingga ke Luar Daerah
Dampak positif seminar ini bahkan menggema hingga ke luar Kabupaten Bogor. Seorang guru asal Bekasi sengaja datang jauh-jauh demi mempelajari langsung implementasi kurikulum IEP tersebut. Terpikat oleh keberhasilan metode yang diterapkan oleh lembaga pimpinan Dr. Imaculata, perwakilan sekolah dari Bekasi ini langsung mengajukan permohonan pelatihan khusus bagi guru-guru di sekolah mereka agar lebih terampil menangani siswa autis, terutama saat menghadapi anak yang mengalami tantrum di kelas.
Tidak hanya fokus pada pola asuh dan kurikulum formal, seminar ini juga menyelipkan edukasi kesehatan penting yang membidik kelompok pemudi dan remaja putri. Mereka dibekali wawasan mengenai faktor eksternal yang berpotensi memicu autisme di masa depan, salah satunya adalah bahaya penggunaan produk perawatan kulit (skincare) yang mengandung zat kimia berbahaya. Melalui materi ini, para remaja putri diharapkan bisa lebih cermat dan selektif memilih produk perawatan diri demi menjaga kesehatan jangka panjang sejak dini.
Hingga acara resmi ditutup, antusiasme peserta tidak surut. Para orang tua dan guru enggan beranjak dan memilih bertahan di sekitar area acara untuk berkonsultasi langsung dengan Bunda Ima demi mendapatkan solusi terbaik bagi penanganan anak maupun anak didik mereka.
