Raja Ampat, – Aparat gabungan di wilayah hukum Polsek Misool, Polres Raja Ampat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan liter minuman keras (miras) ilegal jenis Cap Tikus (CT) alias Sopi. Operasi penertiban ini digelar di Dermaga Bongkar Muat Kampung Salafen, Distrik Misool Utara, Kabupaten Raja Ampat, pada Senin malam (5/10/2026).
Aksi sigap yang berlangsung mulai pukul 21.00 hingga 23.00 WIT ini dipimpin langsung oleh Kepala Distrik Misool Utara. Operasi ini melibatkan kekuatan penuh dari unsur Tripika, yang terdiri dari 2 personel Polsek Misool, 3 personel Koramil Misool, 4 staf Distrik Misool Utara, serta masing-masing 3 aparat dari Kampung Waigama dan Kampung Salafen.
Kapolsek Misool, Iptu Ismail, S.Sos., mengungkapkan bahwa operasi penertiban ini menyasar kapal perintis KM. Frans Kaisepo rute Sorong-Misool yang saat itu tengah melakukan aktivitas bongkar muat di dermaga Kampung Salafen.
“Petugas gabungan bergerak cepat melakukan pemeriksaan barang bawaan saat kapal bersandar. Hasilnya, kami berhasil menemukan dan mengamankan 17 koli miras oplosan ilegal jenis Cap Tikus,” ujar Iptu Ismail dalam keterangannya.
Ratusan liter miras ilegal tersebut dikemas secara rapi oleh pelaku untuk mengelabui petugas. Dari total 17 koli yang disita, 15 koli di antaranya dikemas di dalam karton, sementara 2 koli lainnya disembunyikan di dalam karung beras. Total barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai ± 170 liter.
Tanggapan Resmi Polres Raja Ampat
Merespons keberhasilan operasi gabungan ini, Polres Raja Ampat mengapresiasi tinggi soliditas interinstansi yang ditunjukkan di lapangan. Langkah tegas ini merupakan bagian dari komitmen bersama unsur pimpinan tingkat distrik (Tripika) di Misool untuk memberantas peredaran miras ilegal.
Pihak Polres Raja Ampat menegaskan bahwa miras jenis CT atau sopi ilegal kerap menjadi pemicu utama gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), seperti perkelahian dan tindak kriminalitas lainnya di wilayah hukum Raja Ampat. Oleh karena itu, pengawasan di pintu-pintu masuk seperti dermaga lokal akan terus diperketat secara konsisten.
Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk proses hukum dan pemusnahan lebih lanjut. Situasi di sekitar Dermaga Salafen dilaporkan aman dan kondusif pasca-penertiban.
Pihak Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk terus proaktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan demi menjaga kedamaian di wilayah Raja Ampat.
(Red/Rezha LDD)
