Sorong, – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Anti Teror Polri menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) di SMA Averos Kota Sorong, Senin (17/8/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata membentengi generasi muda dari ancaman paham intoleran dan radikalisasi digital.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 09.30 WIT ini diikuti oleh sekitar 250 siswa dan siswi dengan antusiasme tinggi. Sosialisasi kali ini mengusung tema “Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Lingkungan Pelajar,” sebuah topik yang dinilai sangat relevan dengan tantangan Generasi Z di era digital.

Katim Satgaswil Papua Barat, IPDA M. Arfa Jaya, S.H., menyampaikan bahwa pelajar memiliki tanggung jawab moral yang besar sebagai agen perubahan. Lewat edukasi ini, para siswa diharapkan memiliki pemahaman mendalam tentang bahaya penyebaran paham-paham yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

“Kalian harus mampu membawa pesan perdamaian dan menjadi filter terhadap informasi hoaks atau konten radikal yang beredar di dunia maya. Penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa pelajar adalah agen perubahan yang membawa toleransi di tengah masyarakat,” ujar IPDA M. Arfa Jaya.

Hadir sebagai narasumber, Briptu Halim Hanafi, S.H., menyampaikan materi secara interaktif dan komunikatif. Ia memaparkan ciri-ciri awal munculnya paham intoleran serta strategi pencegahannya melalui penguatan karakter, literasi digital, dan pembinaan sikap moderat di lingkungan sekolah. Melalui pemaparan tersebut, para peserta diajak untuk memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila, semangat kebhinekaan, serta peran aktif pelajar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Siswa-siswi diajak untuk memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila serta semangat kebhinekaan dalam menjaga keutuhan NKRI.” ujarnya.

Pihak sekolah menyambut baik inisiatif strategis ini. Kepala Sekolah SMA Averos Kota Sorong, Fitra Awalia, S.Si., M.Pd., menilai edukasi semacam ini memberikan panduan praktis yang sangat dibutuhkan para murid agar lebih bijak dalam bermedia sosial.

Melalui sinergi yang kuat antara Satgaswil Papua Barat Densus 88 dan pihak sekolah, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi muda Kota Sorong. Tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kokoh, toleran, dan berkomitmen penuh menjaga NKRI dari segala bentuk ancaman ideologi radikal.

(Red/Rezha LDD)