Sorong, – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Anti Teror Polri bergerak cepat membentengi generasi muda dari ancaman ideologi radikal. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pembekalan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) kepada 65 anggota Paskibra Kota Sorong di Aula Hotel Waigo, Kota Sorong, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Tim (Katim) Pencegahan Satgaswil Papua Barat, Ipda M. Arfa Jaya, S.H. Mengangkat tema “Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Serta Antisipasi Bahaya Penggunaan Handphone di Lingkungan Pelajar”, sosialisasi dirancang interaktif untuk menjawab tantangan nyata generasi muda di era digital.
Hadir sebagai narasumber utama, Briptu Halim Hanafi, S.H., membedah secara gamblang ciri-ciri awal munculnya paham intoleran dan radikal. Ia menekankan pentingnya penguatan karakter, literasi digital yang sehat, serta pembinaan sikap moderat di lingkungan sekolah.
“Pelajar memiliki tanggung jawab moral yang besar. Kalian adalah agen perubahan yang harus membawa pesan perdamaian dan toleransi di tengah masyarakat,” ujar Briptu Halim di hadapan puluhan anggota Paskibra.
Tidak hanya soal ideologi, para peserta juga diingatkan untuk bijak menggunakan gawai (handphone). Di era banjir informasi saat ini, literasi digital dinilai menjadi perisai utama agar pelajar tidak mudah terhasut oleh konten provokatif yang dapat memecah belah keutuhan NKRI.
Inisiatif Satgaswil Papua Barat ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat melalui Kabid Wasbang Kesbangpol Kota Sorong yang turut hadir. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh tim pelatih Paskibra dari unsur TNI serta empat orang Purna Paskibra tahun lalu.
Pihak Pemda menilai materi yang diberikan menjadi panduan praktis yang sangat berharga bagi siswa agar lebih selektif menyaring informasi di dunia maya.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para anggota Paskibra yang terlibat aktif dalam sesi tanya jawab serta diskusi mendalam mengenai isu-isu kebangsaan. Melalui sinergi kuat ini, pembekalan tersebut diharapkan mampu mencetak kader pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter nasionalisme yang kokoh, toleran, dan setia menjaga tegaknya Pancasila.
(Red/Rezha LDD)
