JAKARTA — Gagasan mentransformasi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) menjadi Universitas Kepolisian kembali menyedot perhatian publik. Langkah monumental ini dinilai bukan sekadar urusan ganti papan nama, melainkan lompatan strategis untuk memperkuat kelembagaan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menghadapi lanskap keamanan global yang makin kompleks.

​Pandangan mendalam tersebut dipaparkan oleh Irjen Pol. Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si., dalam artikelnya bertajuk “Universitas Kepolisian untuk Indonesia dan Dunia”. Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi informasi (ICT), ancaman siber, dan maraknya kejahatan lintas negara menuntut hadirnya pusat pendidikan kepolisian yang adaptif, berbasis riset, dan berstandar internasional.

​”Perubahan lingkungan strategis menuntut lembaga pendidikan kepolisian yang lebih inklusif, berstandar global, serta progresif,” tegas Andry dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/8).

​Salah satu terobosan utama dari konsep Universitas Kepolisian adalah sifatnya yang terbuka. Lembaga ini tak hanya mencetak personel Polri, tetapi juga membuka pintu bagi mahasiswa sipil serta perwira kepolisian dari mancanegara.

Kampus ini diproyeksikan menjadi melting pot akademik yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu—mulai dari hukum, sains data, keamanan siber, hingga studi perdamaian. Sinergi ini diyakini mampu memperluas jejaring internasional Polri sekaligus memperkuat penerapan evidence-based policing (kebijakan pemolisian berbasis bukti ilmiah).

Andry menyoroti bahwa Indonesia memiliki modal sosial yang luar biasa untuk menjadi rujukan ilmu kepolisian dunia. Keberagaman etnis, budaya, dan agama menjadikan Indonesia sebagai laboratorium hidup (living lab) yang kaya akan pengalaman pemolisian masyarakat (community policing).

Pengalaman empiris Polri dalam menjaga stabilitas di tengah kebhinekaan dapat dikristalkan menjadi teori akademik yang bernilai tinggi bagi institusi kepolisian global dan misi perdamaian dunia.

Meski memiliki prospek cerah, transformasi STIK memerlukan komitmen politik (political will) yang solid antara pemerintah dan Polri. Kesiapan regulasi, alokasi anggaran, pengembangan SDM, serta penyediaan infrastruktur menjadi syarat mutlak agar proses transisi berjalan optimal.

Negara-negara di kawasan Asia-Pasifik seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, hingga Australia telah lebih dahulu melangkah dengan mengintegrasikan pendidikan kepolisian ke dalam sistem universitas. Indonesia dinilai perlu mengambil langkah serupa agar tak tertinggal dalam mewujudkan visi World Class Police.

Transformasi STIK menjadi Universitas Kepolisian pada akhirnya bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak SDM unggul demi menjaga kedaulatan bangsa dan berkontribusi pada perdamaian dunia.